Cute Polka Dotted Pink Bow Tie Ribbon

Jumat, 31 Oktober 2014

SOSOK BAYU SANTOSO

"Harimau untuk Maroon 5" 

Rabu, 22 Oktober 2014
Oleh HARIS FIRDAUS

(Sumber:http://www.jpnn.com/read/2014/10/14/263553/Bayu-Santoso,-Mahasiswa-ISI-Jogja-Pemenang-Desain-Kover-Album-Terbaru-Maroon-5-)




Pemuda kelahiran 16 September itu tampak bangga karena gruop musik asal Los Angeles, Amerika Serikat, itu mengumumkan Bayu sebagai pemenang melalui situs resmi dan fan page mereka, 7 Oktober lalu.Bayu Santoso mengaku memang berniat ikut lomba cover album Maroon 5, tapi ia tidak menyangka bakal menang. Maka itu, ketika jadi juara, hanya rasa kaget dan bahagia yang dirasakannya.Pertama kali Bayu mengetahui memenangkan dalam pengumuman kompetisi desain album "V" dari akun Facebook penggemar Maroon 5 di Indonesia pada Agustus 2014.Lalu ia mencari tahu ke situs web Creative Allies yang sedang diselenggarakan tersebut. Ia tertarik mengikuti lomba karena ia menyukai lagu-lagu Maroon 5. Bayu telah memikirkan konsep desain sejak 1 September 2014 namun ia mengirimkan hasil desainnya pada tanggal 30 September 2014. Dan ia membutuhkan tujuh hari untuk mengakhiri pengerjaannya.

Proses desain dilakukan selama 7 bulan. Finishing selama 7 hari. Terciptalah pada gambar wajah harimau ukiran dengan dominasi warna putih dipadu abu-abu dan cokelat. Di albumnya, Maroon 5 memang mengandalkan lagu 'Animals' sehingga sangat cocok jika desain covernya berupa binatang pada cover yang dibuat Bayu tersebut.Sebagai pemenang kompetisi  Bayu berhak mendapatkan uang tunai sebesar 500 dollar AS atau sekitar Rp. 6,3 Juta, dua tiket konser Maroon 5 yang berlaku di negara mana pun serta CD album band itu. Desain karya Bayu akan dipakai sebagai cover album "V" sangat membanggakan bagi negara Indonesia. Bayu pun tidak mengandalkan uangnya sebagai pemenang tersebut tetapi rasa bangga yang tak ternilai baginya.

Dari semenjak ia duduk di kelas II SMK Negeri 1 Kalasan, Kabupaten Sleman memulai hobinya tersebut dengan senang hati ia mendesain berbagai macam dan akhirnya berjalannya waktu hobi tersebut tersalurkan sampai sekarang. Tak puas dengan keberhasilannya yang telah ia dapatkan, Bayu ingin membuat pameran tunggal karyanya di Bandung. Banyak karyanya yang telah ia hasilkan,Bayu juga pernah memenangkan kompetisi mendesain poster untuk Billy Joel, penyanyi legendaris AS. Kompetisi ini juga diselenggarakan oleh Creative Allies. Bayu juga mendesain poster untuk legendaris Billy Joel di Rusia tahun 1987 yang bertajuk "A Matter of Trust: The Bridge to Russia".


Amelia Oktaviany - LA64 - 1801446746
Fakultas Psikologi, Binusian 2018
BINUS University

 

 

 

Senin, 27 Oktober 2014

DEFINITON OF CRITICAL THINKING, LOGIC AND FALLACIES



Critical Thinking 
  • Berpikir kritis adalah sebuah tatanan yang lebih tinggi berpikir: itu adalah praktek menggunakan sejumlah keterampilan berpikir maju yang berbeda dalam berbagai cara yang kompleks.
  • Berpikir kritis berfokus pada pikiran: terlihat bagaimana fakta terbukti, argumen terbentuk, kesimpulan yang dicapai, bukan hanya apa fakta, argumen atau kesimpulan mungkin.
  • Berpikir kritis adalah self-refleksif: melibatkan merenungkan, mempertanyakan dan menguji proses berpikir Anda sendiri.
  • Berpikir kritis adalah disiplin khusus: ini aktif terlibat dalam bentuk-bentuk tertentu dari penalaran, seperti penalaran matematika, analisis sejarah atau penafsiran sastra, yang khusus untuk disiplin tertentu.

Logic

    Logika tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan keseharian kita, untuk mencapai sebuah kebenaran seseorang harus menggunakan logika, tanpamenggunakan sebuah ³alat´ yang disebut logika dalam kehidupannya makamanusia akan semakin jauh dari kebenaran. Dalam definisi verbal, terdapat berbagai macam definisi tentang logika, namun hampir semua definisimenyimpulkan, Logika adalah aturan berpikir benar. Logika berasal dari kataYunani kuno
    logos
    ) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yangdiutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satucabang filsafat.





    Fallacies



    Fallacy 
    merupakan suatu bentuk kesesatan penalaran yang mencoba mengambil kesimpulan dan atau membuat pernyataan yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir logis, yang runtut dan sistematis (Soekadijo, 1988:11)

    Fallacy 
    bisa terjadi karena pemaksaan prinsip-prinsip logis tanpa memperhatikan relevansi (Sumaryono, 1999:9)


            Sumber:
    • http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0CCMQFjAB&url=http%3A%2F%2Fctl.utsc.utoronto.ca%2Ftwc%2Fsites%2Fdefault%2Ffiles%2FCriticalThinking.pdf&ei=tWtTVLDqN-WxmAW314KgAg&usg=AFQjCNETu3hvERKVT6xt02tb3fdtCn9-5w&sig2=x8PJkw14rZEy_q1nuNJSEQ&bvm=bv.78597519,d.dGY
    •  http://www.scribd.com/doc/57575160/PENGERTIAN-LOGIKA
    •  http://www.scribd.com/doc/244393565/300913-KESESATAN-BERPIKIR-Fallacy-docx


    Amelia Oktaviany - LA64 - 1801446746
    Fakultas Psikologi, Binusian 2018
    BINUS University

    SOSOK IKHWAN ARIEF

    "MENYELAMATKAN EKOSISTEM SELAT BALI"

    Senin, 27 Oktober 2014
    Oleh SIWI YUNITA CAHYANINGRUM


    Dengan niat yang cukup tinggi, seorang pahlawan bernama Ikhwan Arief dapat menyelamatkan eksistem selat Bali. Meski demikian bagi Ikhwan Arief tak mudah mengajak para nelayan untuk beralih dari pengebom ikan tersebut. Ia membutuhkan waktu yang cukup lama untu mengajak para nelayan tersebut, sekitar 6 tahun lamanya. Ikhwan sempat menimba ilmu di Universitas Islam Malang tepatnya di Jawa Timur. Banyak nelayan yang mengeluh karena penghasilan ikan tersebut bisa di hitung oleh jari beda dengan pemakaian bom ikan tersebut para nelayan bisa mendapatkan belasan ikan. Akan tetapi berjalannya waktu karang tersebut kian lama makin hancur. Ikhwan sempat melihat kondisi tersebut dan ternyata hampir 80% kawasan tersebut hancur. Ikhwan pun merasa kecewa dengan perilaku para pelayan tersebut dengan adanya bom ikan. Akhiranya, perlahan-lahan Ikhwan mengajak lima nelayan untuk membiasakan menggunakan pemancing bukan memakai bom ikan, Awalnya para nelayan mengeluh tetapi Ikhwan terus menyemangatinya. Berjalannya waktu dengan kebiasaan para nelayan tersebut membuahkan hasil yang bagus.
    Ketika gerakan kian solid, Ikhwan pun membentuk komunitas nelayan bernama Samudera Bhakti. Komunitas tersebut lebih bergerak dalam masalah penanaman terumbu karang secara swadaya. Tak membutuhkan uang milyaran rupiah untuk membangun terumbu karang tersebut. Dengan cara yang sederhana alat untuk menanam terumbu karang pun mulai dengan dilestarikan memakai bahan alakadarnya seperti batang paralon, tali senar, serta jaring itu sudah jauh lebih baik. Dalam selama penanaman terumbu karang berlangsung enam tahun lalu para nelayan mulai merasakan hasilnya. Tangkapan ikan yang berlimpah dan tidak membuat ekosistem alam menjadi rusak lagi hal itu membuat para nelayan bisa kembali tersenyum lagi. Hasil didikan kepada para nelayan tersebut telah mengajak para siswa SD hingga SMA untuk mengenal laut dengan mengajak mereka belajar di lapangan. Menularkan gerakan penyelamatan ekosistem kepada para siswa tersebut. Mereka juga diikuti dengan pembuatan terumbu karang. Ikhwan terus merasa lega dengan hasil para nelayan hidup lebih baik lagi tanpa merusak lingkungan.


    Amelia Oktaviany - LA64 - 1801446746
    Fakultas Psikologi, Binusian 2018
    BINUS University

    SOSOK O'KEEFE, EDVARD, dan MAY-BRITT MOSER

    "MENYIBAK KERJA OTAK"

    Rabu, 8 Oktober 2014
    Oleh ADHITYA RAMADHAN

    (Sumber: http://rumahpengetahuan.web.id/okeefe-edvard-dan-may-britt-moser-menyibak-kerja-otak/)

    Sebuah gabungan temuan John O'keefe serta pasangan suami istri Edvard dan May-Britt Moser telah mengungkapkan sistem kerja sel dalam otak yang mirip seperti global positioning system atau GPS. Kemampuan otak untuk mengidentifikasi lokasi, memetakan, dan menavigasi mungkin bagi orang awam terlihat sebagai sesuatu yang alamiah, wajar, dan tidak perlu penjelasan yang rumit. Dalam penemuan tersebut sistem dalam otak manusia akan mengolahnya sehingga seseorang dapat mengingat kembali lokasi yang pernah dia datangi atau menavigasi jalan mana untuk menuju ke satu lokasi. temuannya tersebut telah membuka jalan baru dalam memahami proses kognitif lain dengan penemuan tersebut menjadi pijakan awal bagi riset penyakit penurunan.

    John O'Keefe
    Sosok John O'keefe ini sangat patut dicontoh karena rasa keingin tahuan ia sangat terkesan dengan adanya cara manusia mengontrol perilaku dalam sebuah keputusan. Pada akhir 1960-an ia mulai meneliti dengan menggunakan metode neurofisiologiuntuk menjawab keinginantahuan tersebut. Setelah penemuannya tersebut berhasil, O'Keefe mendapatkan kewarganegaraan Inggris. Dia lahir tepatnya di New York City, Amerika Serikat.Seiring berjalannya waktu O'Keefe kemudian mulai menggeluti neurosains selama sepuluh tahun. Dia sangat ingin tahu bagaimana kerja otak manusia. O'Keefe yang memiliki dua kewarganegaraan, yaitu Inggis dan Amerika, lahir pada 1939. Setelah prestasi gelar doktoralnya dapat ia raih lalu ia memutuskan untuk pindah ke Inggris dan bergabung dengan University College London. Dia kemudian dikukuhkan menjadi Guru besar Neurosains Kogniif pada 1987.

    Edvard Moser dan May-Britt Moser
    Pada tahun 2005, pasangan suami istri Edvard Moser dan May-Britt Moser menemukan sel saraf lain dalam bagian korteks entorhinal pada tikus yang berperan dalam pembentukan GPS dalam otak. Hasil temuan mereka tersebut mampu melengkapi apa yang sudah ditemukan oleh John O'Keefe beberapa dekade sebelumnya. Pada penelitian termutakhir tesebut telah menunjukkan bukti bahwa sel lokasi dan sel jaringan juga terdapat pada manusia.Edvard Moser dan May-Britt Moser belajar psikologi bersama di University of Oslo, Norwegia. Setelah itu, mereka menjadi mahasiswa post doctoral di University of Edinburgh, Inggris.


    Amelia Oktaviany - LA64 - 1801446746
    Fakultas Psikologi, Binusian 2018
    BINUS University

    SOSOK ZUNIANTO

    "MEMBESARKAN POSONG DARI NOL"

    Sabtu, 18 Oktober 2014
    Oleh REGRINA RUKMORINI



    Zunianto adalah sosok orang yang  pemberani karena ia berani dalam mengambil sebuah keputusan. 13 tahun ia berkarier di hotel dan menjadi "front office manager" dengan keberaniannya ia lebih memilih meninggalkan semuanya demi Posong. Posong adalah obyek wisata alam yang menampilkan pemandangan matahari terbit di antara tujuh gunung, yaitu Gunung Sindoro, Sumbing, Telemoyo, Andong, Merapi, Merbabu, dan Muria. Udara sejuk, hutan, dan panorama lekuk liku Gunung Sindoro yang terlihat begitu jelas melengkapi pesona Posong. Posong memikat hati zunianto, dia tercengang melihat pemandangan matahari terbit yang indah dari kawasan tersebut. Dengan rutinitas pekerjaannya di hotel yang kerap mengharuskan mencari jalan pulang lokasi maka disitulah zunianto menemukan jalan terbaik dan menikmati keindahan matahari terbit. Zunianto juga menyalurkan bakatnya dengan fotografi ia mengabadikan semuanya dengan kamera.
    Sebagian hasil jepretannya itu dia pajang di lobi dan ternyata menarik perhatian wisatawan, tak disangka ternyata para wisatawan pun minta diantarkan ke Posong. Jadilah Zunianto menjadi seorang pemandu dalam wisata. Banyak kendala yang dijumpai Zunianto antara lain seperti tidak ada toilet, lahan parkir yang tidak memadai sehingga membuat para wisatawan pun kurang nyaman.

    Seiring berjalannya waktu Zunianto berhasil mengajak 63 orang bergabung untuk membangun Posong tersebut. Namun, seiring waktu, hanya 13 orang yang masih bertahan. Dengan ketenaran Posong pun terdengar hingga ke jajaran Pemerintah Kabupaten Tamanggung. Mulailah kumpulan dana yang dikumpulkan dan Desa Tlahab mendapatkan Rp 275 juta. Dana itu tentu digunakan untuk membangun sarana pendukung seperti toilet, area parkir, dan perbaikan akses jalan. Kelompok Jogoreso pun semakin intens menjaga Posong. Tak sedikit Zunianto menadapat cibiran dari warga karena ragu dan curiga bahwa dana yang ia gunakan untuk hal yang tak semestinya. Tetapi Zunianto tak ambil pusing, dia tetap mempresentasikan rencana pembangunan Posong tersebut. Pemerintah kecamatan dan desa pun memutuskan Posong sebagai badan usaha milik desa. Semua pengelola mulai dibentuk dari tenaga pemasaran, bagian humas, anggota staf pembantu, serta Zunianto sebagai direktur. Pendapatan dari tiket masuk Posong pun meningkat, berkisar Rp 20 juta-Rp 25 juta perbulan jika dibedakan dengan hari liburan maka pendapatan jauh beda dari yang sebelumnya.

    "Saya mengajari dan memotivasi mereka untuk mempelajari semuanya dari nol" ujar Zunianto.

    Amelia Oktaviany - LA64 - 1801446746
    Fakultas Psikologi, Binusian 2018
    BINUS University