Cute Polka Dotted Pink Bow Tie Ribbon

Sabtu, 13 Desember 2014

SOSOK ENDANG PERTIWI



"Tanamkan Kecintaan Lingkungan sejak Dini"
Oleh DEFRI WERDIONO

(Sumber: Print.kompas.com)
               Seseorang perempuan yang mempunyai kecintaan terhadap lingkungan pupuk dari sejak usia dini hingga terpelihara sampai sekarang tak pernah padam di dalam hatinya yang bernama Endang. Perempuan yang tinggal dikelurahan Bujel,Mojoroto,Kediri, Jawa Timur. Rumahnya terlihat asri tampaknya terdapat 25 jenis pohon langka seperti mojolegi,kepel,mundu,cermai cina dan kelayu. Selain itu ada ratusan tanaman obat antara lain daruju, dewandaru, dandang gendis dan sambaing darah. Di sekitar rumahnya disebelah kanan terdapat adanya sekolah Alam Hijau Daun yang didirikan pada medio 2011. Dan disebelah kiri rumahnya terdapat bank sampah ditempat tersebut ada beberapa tumpukan botol bekas yang sudah tidak terpakai lagi. 

               Kecintaannya terhadap lingkungan sudah menjadi turun menurun dari Ayahnya seorang herbalis, kini Endang juga menjadi seorang herbalis. Lalu Endang telah diundang juga bersama dinas terkait membahas usulan rancangan penataan lingkungan. Dari sinilah Endang mulai membuka mata untuk merubah ini semua ia berfikir ini sudah cukup parah bila dibiarkan terjadi bisa jadi kalau didiamkan terus menerus bumi ini akan hancur seiring berjalannya waktu. Hingga saat ini ia sudah bisa membangun sekolah bagi orang yang tidak mampu, tak hanya kaum dhuafa yang dapat bersekolah di sekolah yang dibangun oleh Endang, tetapi orang yang termasuk mampu dapat bersekolah juga di sekolah tersebut. 

               Orang yang mampu bahkan membantu membiayai untuk kaum dhuafa misalnya membayar untu keperluan kompos serta adanya bantuan dari dinas. Berawal dari merintis dalam membangun sekolah bagi Endang tidak lah mudah ia harus mengumpulkan uang lebih banyak untuk membuat sekolah Alam Hijau Daun serta keperluan lainnya, ia menginginkan bahwa generasi yang akan datang lebih memahami pentingnya akan terhadap lingkungan memiliki bekal yang cukup serta wawasan yang luas. Jika keluarga yang tidak mampu ia bisa membayar sekolah dengan 400.000 pertahun itu menggunakan sampah sisa rumah tangga, sungguh mulia kegiatan yang Endang lakukan. Endang bukan hanya mendirikan sekolah tetapi ia juga mendatangkan ke sekolah-sekolah lain untuk menyosialisasikan kepada siswa-siswi dan orang tua tentang pentingnya penyelamatan lingkungan. Untuk itu Endang berharap, semoga cinta mereka terhadap lingkungan tidak sia-sia selama yang diajarkan oleh Endang.



Amelia Oktaviany - LA64 - 1801446746
Fakultas Psikologi, Binusian 2018
BINUS University

Tidak ada komentar:

Posting Komentar