Cute Polka Dotted Pink Bow Tie Ribbon

Sabtu, 13 Desember 2014

SOSOK I GUSTI NGURAH ALIT

"Penyebar Semangat Pertanian dari Rendang"
Senin, 01 Desember 2014
Oleh AYU SULISTYOWATI

(Sumber: Print.kompas.com)
                 Gusti adalah seorang pria yang telah membangkitkan pertanian di desa Besakih, Kecamatan Rendang. Ia terlahir dari keluarga petani. Mengorbankan hidupnya hanya untuk mengembangkan pertanian di Bali. Dengan memberanikan diri sampai-sampai ia tak pernah malu untuk terus menambah wawasan untuk menanam pohon cabai dilahan pemberian pamannya ia belajar secara otodidak dan mulai bertanya-tanya dengan petani cabai serta sayuran, serta pada akhirnya panen tiba dan berhasil. Sangat bijaksana sifat yang ia punya karena ia mampu mengajak warga bali untuk mulai menanam tanaman cabai disekitar rumahnya tersebut. Padahal awalnya warga disekitarnya kurang berminat dalam menamam tanaman cabai karena kurang diminati oleh warga Bali. 

                Dengan seiring berjalannya waktu dengan kegigihannya Gusti semakin lama warga mulai tertarik menanam tanaman cabai, karena warga sudah terbiasa menanam seperti ketela,jeruk dan jagung. Dengan bermodal 4 juta beserta luas tanah 5.000 meter persegi itu pun ditanaminya pohon cabai yang besar. Gusti mulai dimintai tolong untuk berbagai ilmu, ia pun senang karena tujuan ia lah untuk bisa berbagi ilmu dengan orang-orang sekitar. Saat itu pohon cabai belum popular di Bali. Dengan usahanya tersebut Ia memiliki ide untuk hama tidak menyerang lahannya lagi salah satunya adalah menangkap satu tikus dan diwarnai dengan cat merah menyala hasilnya tikus itu menjadi takut untuk mendekati lahan tersebut.

               Jumlah kelompok di STA ini ada 40 dengan rata-rata 25 orang perkelompok. Mereka memperkejakan 10 orang sebagai tenaga pengemasan hingga pengiriman. Ternyata usaha Gusti tidak sia-sia, gusti pun sekarang telah memiliki dua mobil bak terbuka dan satu mobil boks berpendingin bantuan pusat. Empat tahun terakhir, jenis-jenis sayuran yang ditanam pun bisa menembus pasar swalayan terkenal di Bali. Rata-rata ia berpenghasilan sekitar 200 kilogram. Kini ia mulai meregenerasi pemuda didesanya agar bersedia melestarikan pertanian, anak kedua Gusti sekarang sedang mempelajari ilmu pengetahuan pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Tak disangka ternyata perjuangan Gusti membuahkan hasil yang sangat memuaskan karena selain ia menghasilkan panen cabai beserta sayuran ia juga dapat membantu orang-orang sekitar untuk menambah wawasan dalam ilmu pertanian.




Amelia Oktaviany - LA64 - 1801446746
Fakultas Psikologi, Binusian 2018
BINUS University

Tidak ada komentar:

Posting Komentar